Banjir Nasional Memburuk: Lebih dari 37.000 Warga Mengungsi di 7 Negeri

Kuala Lumpur, 29 November 2025 – Situasi banjir di Malaysia memasuki fase kritis. Jumlah pengungsi akibat banjir besar yang melanda sejumlah negeri kini melonjak menjadi lebih dari 37.000 orang, menurut data terbaru Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) pada Sabtu pagi. Hujan lebat berterusan sejak Jumat dini hari telah menyebabkan sungai meluap, jalan terputus, dan ribuan rumah terendam.


1. Tujuh Negeri Terdampak Parah

Banjir terparah terjadi di Kelantan, Terengganu, Pahang, Perak, Selangor, Negeri Sembilan, dan Johor. Di antara ketujuh negeri tersebut, Kelantan dan Terengganu menjadi episentrum kabarmalaysia.com bencana, dengan masing-masing mencatat lebih dari 10.000 pengungsi. Di Kelantan, Sungai Kelantan mencapai paras peringkat bahaya 4, hanya 0.5 meter di bawah rekod banjir terburuk tahun 2014.

Di Selangor, kawasan seperti Hulu Langat, Klang, dan Sabak Bernam dilaporkan terendam hingga ketinggian 1.5 meter, memaksa evakuasi darurat menggunakan perahu dan helikopter.


2. Infrastruktur Terputus, Bantuan Terhambat

Akses jalan utama seperti Lebuhraya Pantai Timur (LPT) terputus di beberapa ruas akibat tanah longsor dan genangan air. Kereta api KTM antara Gemas dan Tumpat turut dihentikan sementara. Di daerah pedalaman seperti Hulu Terengganu dan Gua Musang, komunikasi terputus dan bantuan logistik kesulitan menjangkau pengungsi.

“Kami menggunakan helikopter untuk menghantar makanan, obat-obatan, dan tenaga medis ke kawasan terpencil,” kata Ketua Pengarah NADMA, Datuk Muhammad Shahrul Ikram Yaakob.


3. Pusat Pemindahan Diperluas

Jumlah pusat pemindahan sementara kini mencapai 287 buah di seluruh negara, dengan kapasitas terus diperluas. Namun, di beberapa lokasi seperti Kota Bharu dan Kuala Terengganu, pusat pengungsian mulai penuh dan membutuhkan tambahan tenda darurat serta sanitasi yang memadai.

Kementerian Kesihatan telah mengaktifkan Klinik Bergerak Bencana untuk mencegah wabah penyakit seperti leptospirosis dan demam denggi, yang kerap muncul pasca-banjir.


4. Peringatan Cuaca Ekstrem Diperbarui

Jabatan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) mempertahankan peringatan hujan ekstrem untuk pantai timur dan kawasan pedalaman hingga 2 Desember 2025. Sistem tekanan rendah di Laut China Selatan, yang sebelumnya berkembang menjadi depresi tropis dekat Dungun, terus memompa udara lembap ke Semenanjung Malaysia.

“Kami tidak menutup kemungkinan hujan akan berterusan hingga awal minggu depan,” kata Ketua Pengarah MetMalaysia, Dato’ Dr. Mohd Radzuan Jaafar.


5. Tanggapan dan Seruan Solidaritas Nasional

Perdana Menteri dalam pernyataan khusus meminta semua pihak menunda aktivitas tidak penting dan mendukung upaya penyelamatan. Dana Kebajikan Bencana Kebangsaan telah dibuka, dan masyarakat diimbau menyumbang melalui platform rasmi seperti Sumbangan Bencana NADMA atau MyPAL.

Sementara itu, sukarelawan dari NGO, Tentera Darat, dan PASPA (Pasukan Simpanan Polis) terus dikerahkan untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan.


Kesimpulan: Ujian Ketahanan Nasional

Banjir kali ini bukan hanya ujian cuaca—tapi ujian atas kesiapsiagaan, solidaritas, dan komitmen bersama sebagai bangsa. Dengan lebih dari 37.000 nyawa yang terguncang, tanggung jawab untuk saling menjaga tidak hanya berada di tangan pemerintah, tapi juga setiap warga negara. Di tengah air yang mengalir deras, yang paling dibutuhkan kini adalah empati, kecepatan, dan harapan bahwa daratan akan kembali menyambut mereka—segera.

nagatop

slot88

slot gacor 777